Kamis, 30 Mei 2013

NU Jatim berharap usai Konferwil ada perubahan besar

KONFERENSI Wilayah NU Jawa Timur akan digelar mulai Jumat, 31 Mei sampai 2 Juni 2013 di Pondok Pesantren Bumi Shalawat, Tulangan, Sidoarjo, diharapkan jadi momen penting bagi NU Jatim sebagai basis massa NU terbesar di Indonesia untuk melakukan perubahan dan perbaikan di tubuh organisasi.
Kegiatan ini untuk merumuskan dan menetapkan beragam kebijakan strategis terkait penataan organisasi secara internal.

Minggu, 26 Mei 2013

Siswa Ma'arif Diharap Nonton Sang Kiai - gresik-satu

Siswa Ma'arif Diharap Nonton Sang Kiai - gresik-satu

Sang Kyai

TULUNGAGUNG - Film Sang Kiai yang berkisah tentang sejarah biografi pendiri Nahdatul Ulama (NU) Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyari ditargetkan bisa ditonton minimal 4 juta warga Indonesia.

Selain ingin mengingatkan peran utama NU dalam Resolusi Jihad pada peristiwa pertempuran 10 November 1945, film produksi Rapi Films ini ingin mengembalikan posisi NU ke tengah bangsa.


Khofifah Optimis Menangkan Pilgub, Bercermin Pilkada Kota Malang

Kediri  – Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat belajar dari hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Malang. Pasangan calon walikota dan wakil walikota Malang Anton-Sutiaji (AJI) yang menjadi kuda hitam, justru menang di luar dugaan.


Kunci Kemenangan Mutlak ? NU-PKB Kompak



Malang -Pasangan Muhammad Anton atau yang akrab disapa Abah Anton dengan Setiaji (AJI), sukses memenangai Pilihan Walikota (Pilwali) Malang. Dari 6 calon pasangan, AJI meraih suara tertinggi 48 persen.


Jumat, 24 Mei 2013

Peraih UN tertinggi 2013 rajin Puasa Nabi Dawud

Gresik (beritajatim.com) - Tiga siswa SMA Negeri 1 Manyar, Gresik kali ini menorehkan prestasinya, yakni meraih nilai ujian nasional (Unas) tertinggi kedua di bidang Bahasa se-Jawa Timur. Ketiga siswa yang meraih nilai Unas tertinggi Bahasa adalah Abdullah Maftukh Al-Ikhsani, serta dua perempuan Sae Elinda dan Eka Mufidah Nurjannah.

Keberhasilan SMA Negeri 1 Manyar meraih nilai Unas tertinggi Bahasa bukan pertama kalinya. Tahun lalu, sekolah yang berada di kompleks Perumahan Pongangan Indah (PPI) Gresik, itu juga berhasil meraih Unas tertinggi di bidang yang sama.

Lalu apa resep ketiga siswa SMA Negeri 1 Manyar yang berhasil meraih Unas tertinggi bidang Bahasa tahun 2013. Salah satu siswa Abdullah Maftukh menuturkan, dirinya tidak menyangka bisa meraih Unas tertinggi kedua se-Jawa Timur dengan nilai 56,10.

"Saya tidak menyangka, padahal resepnya hanya belajar rutin. Tidak lupa juga mengikuti program sekolah, mulai istiqhosah, sholat malam hingga membaca Alquran setiap pagi menjelang masuk sekolah," tuturnya kepada wartawan, Jumat (24/05/2013).

Selain menjalankan kegiatan di atas, lanjut Abdullah Maftukh Al-Ikhsani, dirinya juga tidak lupa menjalankan Puasa Nabi Dawud. Hal ini dia lakukan sejak Kelas XI. Sebab, dia membaca di kitab, kalau Puasa Dawud itu permintaan mudah dikabulkan.

"Saya sering Puasa Dawud. Sampai-sampai badan saya tidak bisa gemuk," tandasnya.

Nilai Unas Bahasa Abdullah Maftukh Al-Ikhsan hampir sempurna dengan rata-rata 9,3. Pelajaran Bahasa Indonesia mendapat nilai 9,4. Bahasa Inggris 9,2, Matematika 9,4. Sastra 9,12, Antropologi 8,9, dan Bahasa Jepang 9,5. Putra pertama pasangan M Zainul Fuad-Mahmudah asal Jalan Sunan Giri Gresik itu hanya kalah 0,10 dari Nuril Ahadla Hasana dari SMA Negeri Genteng Banyuwangi.

Sedangkan dua teman sekelasnya, Sae Elinda menempati peringkat empat dengan nilai 55,55 dan Eka Mufidah meraih nilai 55,50 berada diperingkat lima se-Jawa Timur.

Hal senada juga dilakukan Sae Elinda dan Eka Mufidah Nurjannah. Keduanya juga aktif mengikuti kegiatan sekolah dari istiqhosah, membaca Alquran hingga sholat malam. Bahkan, keduanya juga menambah Sholat Dhuha di pagi hari.

"Saya tidak setiap hari belajar. Kalau capek ya saya istirahat. Sebab, kalau capek dipaksakan belajar, juga tidak mendapat apa-apa," paparnya.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Manyar Adik Mulyo mengatakan, keberhasilan anak didiknya meraih Unas Bahasa tertinggi kedua se-Jawa Timur tidak lepas dari memberikan motivasi kepada guru mata pelajarannya.

"Ada insentif bagi guru yang di kelasnya mendapat prestasi tingkat Jawa Timur," ungkapnya.

Alasan adanya insentif kata Adik Mulyo, supaya ada semangat yang mengajar di kelas. Kendati jumlahnya tidak besar.

"Nominalnya tidak besar memang. Tapi kami berharap insentif bisa membuat guru bersemangat mengajar," tukasnya. [dny/but]

Kamis, 23 Mei 2013

Diluncurkan, Perkemahan Wirakarya Nasional


SURABAYA, Jaringnews.com - Lembaga yang menangani pendidikan di Nahdlatul Ulama (NU) meluncurkan kegiatan Perkemahan Wirakarya Maarif NU Nasional (Perwimanas), di kantor PBNU, Jakarta, Sabtu (18/5) . Pada saat yang sama juga dideklarasikan Satuan Komunitas Pramuka Maarif NU.

Peluncuran Perwimanas Ma’arif NU ini dihadiri Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Amaroso Katamsi dan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini.

“Kegiatan ini sebagai prakrasa dari NU untuk melahirkan kader penerus bangsa yang dapat diandalkan,” kata kontingen dari PW LP Maarif Jawa Timur Sunan Fanani, di Kantor PW LP Maarif Jatim, di kawasan Universitas Sunan Giri Surabaya, Minggu (19/5) petang.

Sunan Fanani yang juga Sekretaris PW LP Maarif Jatim ini menuturkan, bahwa Perwimanas nantinya akan diikuti sekitar 3.000 peserta dari 33 propinsi di Indonesia. Hingga acara peluncuran berlangsung dilaporkan sudah ada 1.216 peserta yang telah mendaftar dari 19 provinsi.

Menurutnya, perkemahan nasional yang pertama kali diselenggarakan oleh Ma’arif ini dimaksud untuk mempertemukan para anggota pramuka di lingkungan NU dan membina persaudaraan pramuka dari seluruh Indonesia.

“Perwimanas juga dimaksudkan untuk membantu pendidikan karakter yang saat ini sangat kurang di Indonesia. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menciptakan insan yang bermartabat,” tambahnya.

Sebagai perangkat NU, LP Ma'arif terpanggil untuk membina persatuan dan kesatuan bangsa, sebagai pengamalan dari Tri Satya dan Dasadarma dan untuk mengembangkan Catur Bina (bina diri, bina satuan, bina masyarakat dan bina agama).

Bagi dia, kegiatan perkemahan pramuka merupakan aktualisasi diri dan merupakan lembaga pembinaan karakter dari berbagai latihan kepramukaan yang selama ini dilaksanakan di gugus masing-masing.

“Kepramukaan juga sebagai organisasi kepemudaan yang memberikan penekanan kepada nilai-nilai luhur yang ada dalam Tri Satya Pramuka yang memuat kewajiban kepada Tuhan, kepedulian kepada lingkungan serta kewajiban kepada masyarakat, juga diri sendiri,” tandasnya.

Sunan Fanani mengaku sangat prihatin atas pandangan sebagian kalangan yang menganggap Pramuka semata kegiatan bermain dengan menanggalkan nilai yang ada di dalamnya.

“Padahal, apa yang dilakukan Pramuka sarat dengan nilai-nilai kehidupan serta pendidikan karakter yang nantinya sangat dibutuhkan pada implementasi kehidupan,” tegas mahasiswa program doktor Unair ini.

Perwimanas akan diselenggarakan pada 24-29 Juni 2013 mendatang di Bumi Perkemahan Pondok Pesantren Babus Salam Kalibening Mojoagung, Kabupaten Jombang.(Barnas)

Dicemarkan, Kades Kesamben Wetan Lapor Balik

GRESIK (Surabaya Pagi) - H. Munasim (52), Kepala Desa Kesamben Wetan, Kecamatan Driyorejo yang dilaporkan ke polisi dengan tuduhan melakukan pungutan liar (pungli) pengurusan sertifikat prona (program nasional agraria), kemarin (22/5) melaporkan balik pihak pelapornya.

Dengan diantar kuasa hukum dari LBH PGRI Gresik, Munasim mendatangi Mapolres Gresik untuk melaporkan balik Slamet Nur Hadi (35) yang nota bene adalah warganya sendiri, yang dinilai telah mencemarkan nama baiknya sebagai kepala desa, dan juga selaku guru.

Seperti sudah diberitakan, Slamet Nur Hadi telah menulis surat ke Bupati Gresik hingga ke Gubernur Jawa Timur mengenai tindak pungli yang dilakukan Kades Munasim terhadap 54 warga pemohon sertifikat prona. Menurut tudingan Slamet, warga dipungli hingga Rp 350.000 per orang.

Repotnya, surat laporan yang dianggap fitnah tersebut juga ditembuskan kepada Kapolres Gresik dan awak media. Akibatnya, satreskrim Polres Gresik turun untuk melakukan pulbaket, termasuk memeriksa terlapor Kades Munasim dan beberapa saksi warga. Begitu juga di berbagai media cetak dan online, persoalan ini telah disebarluaskan.

"Akibat pemberitaan luas itulah klien kami benar-benar sangat dirugikan. Sebab, urusan pungutan liar yang dituduhkan itu tidak ada hubungannya dengan Kepala Desa Kesamben Wetan. Tuduhan itu hanya bertujuan untuk menjatuhkan klien kami menjelang pilkades 9 Juni mendatang," ujar Fajar Yulianto SH, salah satu pengacara Kades Munasim.

Menurut Munasim, tarikan terhadap warga pemohon sertifikat itu murni dilakukan pihak BKM Panca Karya Persada yang ditunjuk sebagai pelaksana program sertifikasi oleh Kemenpera melalui Dinas PU Gresik. "Pemdes hanya sebagai fasilitator murni," ucap Munasim.

Bahkan ditengarai oleh pihak Munasim, Slamet Nur Hadi diajak bekerja sama oleh oknum aparat Brigadir L yang bertugas di Mapolda Jatim untuk "menjegal" Munasim sebagai calon incumbent pada pilkades 9 Juni 2013. Oknum polisi tersebut dikenal sebagai anggota tim sukses calon kades lawan Munasim.

"Urusan sertifikat itu kejadiannya 2011-2012, lalu kenapa baru dimunculkan saat menjelang pilkades. Apa ini bukan tindakan politis untuk menjatuhkan Pak Munasim di mata pendukungnya," tambah Fajar.

Selain melaporkan balik Slamet Nur Hadi yang kini menjabat kepala Mts Darut Tawabin, pihak Munasim juga mengancam akan melaporkan dugaan keterlibatan oknum polisi berinisial L ke Propam Polda Jatim atau ke Mabes Polri. "Kami masih mengumpulkan bukti-bukti keterlibatan oknum polisi tersebut," pungkas Fajar di sela-sela mendampingi pemeriksaan kliennya di Unit Idik III Satreskrim Polres Gresik. Did/sg

Senin, 20 Mei 2013

SANLAT ANSOR, Materi Aswaja Bentengi Siswa

JOMBANG-Ketua PC NU Jombang KH Dr Isrofil Amar meminta pesantren kilat yang digelar PC GP Ansor Jombang juga memberikan materi keaswajaan kepada santri yang mengikuti. Hal ini penting, untuk membentengi kader NU agar mengerti dasar dan dalil amalan NU yang selama ini dilakukan.
“ Saya minta dalam pesantren kilat ini, materi aswaja harus dimasukkan, khususnya mengenai dasar dan dalil amalan ubudiyah yang menjadi amalan NU dimasayarakat,”ujar Isrofil saat membuka kegiatan Pesantren Kilat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri di Aula Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Ahad (19/5/2013).
PC NU, lanjut KH Isrofil, bangga pada Pimpinan Cabang Ansor Jombang yang terus bergerak melakukan kaderisasi. “Kemarin saya datang pada acara Pelatihan Kader Dasar (PKD) di Ploso dan sekarang ini Pesantren Kilat, ini menjadi kebanggaan dan saya sangat bangga,”ujarnya.
PC GP Ansor Jombang kembali memberikan bimbingan belajar (bimbel) bagi pelajar miskin yang telah lulus SMA/SMA maupun MA untuk menghadapi Seleksi Bersama masuk Perguruan Tinggi Negeri. Sebanyak 99 peserta, mendapatkan bimbel diberikan secara gratis selama 1 bulan dengan model pesantren kilat.
“Ini adalah pesantren kilat untuk yang ke III diselenggarakan Ansor Jombang, ada 99 peserta yang lolos seleksi dari 330 peserta yang ikut tes,”ujar Zulfikar D. Ikhwanto, Manager Sanlat GP Ansor, saat pembukaan pesantren kilat.
Hadir pula dalam pembukaan Sanlat, salah satu pengasuh PP Bahrul Ulum, Wafiul Ahdi, serta alumni Sanlat 2012 yang telah diterima masuk perguruan tinggi negeri, seperti UM, Unibraw, Unesa, dan Unair.
 ”Ini para alumni pesantren kilat yang telah diterima di PTN, nanti peserta sanlat bisa berbagi pengalaman dengan senior-senior,”ujar Zulfikar seraya meminta  meminta alumni sanlat memperkenalkan diri.
Ketua GP Ansor Jombang Sholahul Am Notobuwono mengharapkan peserta sanlat serius mengikuti  bimbel selama 1 bulan. Ansor, lanjutnya, telah enyiapkan tentor pengajar mumpuni dalam membimbing  masuk  perguruan tinggi.
Ansor tidak memungut biaya sepeserpun dari peserta. “Karena itu kami minta Sahabat-sahabat yang telah diterima Sanlat serius mengikuti,”pintanya.
Gus Aam menambahakan dalam pesantren kilat ini, peserta tidak hanya mendapatkan bimbel materi untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN), akan tetapi juga dibekali materi keaswajaan dan bimbingan doa para pengasuh pesantren Bahrul Ulum.
Isnyaallah para pengasuh, gus-gus, ikut mendampingi proses belajar kalian semua,”ujarnya. (mas)