Minggu, 26 Mei 2013
Jumat, 24 Mei 2013
Peraih UN tertinggi 2013 rajin Puasa Nabi Dawud
Gresik (beritajatim.com) - Tiga siswa SMA Negeri 1
Manyar, Gresik kali ini menorehkan prestasinya, yakni meraih nilai ujian
nasional (Unas) tertinggi kedua di bidang Bahasa se-Jawa Timur. Ketiga
siswa yang meraih nilai Unas tertinggi Bahasa adalah Abdullah Maftukh
Al-Ikhsani, serta dua perempuan Sae Elinda dan Eka Mufidah Nurjannah.
Keberhasilan SMA Negeri 1 Manyar meraih nilai Unas tertinggi Bahasa bukan pertama kalinya. Tahun lalu, sekolah yang berada di kompleks Perumahan Pongangan Indah (PPI) Gresik, itu juga berhasil meraih Unas tertinggi di bidang yang sama.
Lalu apa resep ketiga siswa SMA Negeri 1 Manyar yang berhasil meraih Unas tertinggi bidang Bahasa tahun 2013. Salah satu siswa Abdullah Maftukh menuturkan, dirinya tidak menyangka bisa meraih Unas tertinggi kedua se-Jawa Timur dengan nilai 56,10.
"Saya tidak menyangka, padahal resepnya hanya belajar rutin. Tidak lupa juga mengikuti program sekolah, mulai istiqhosah, sholat malam hingga membaca Alquran setiap pagi menjelang masuk sekolah," tuturnya kepada wartawan, Jumat (24/05/2013).
Selain menjalankan kegiatan di atas, lanjut Abdullah Maftukh Al-Ikhsani, dirinya juga tidak lupa menjalankan Puasa Nabi Dawud. Hal ini dia lakukan sejak Kelas XI. Sebab, dia membaca di kitab, kalau Puasa Dawud itu permintaan mudah dikabulkan.
"Saya sering Puasa Dawud. Sampai-sampai badan saya tidak bisa gemuk," tandasnya.
Nilai Unas Bahasa Abdullah Maftukh Al-Ikhsan hampir sempurna dengan rata-rata 9,3. Pelajaran Bahasa Indonesia mendapat nilai 9,4. Bahasa Inggris 9,2, Matematika 9,4. Sastra 9,12, Antropologi 8,9, dan Bahasa Jepang 9,5. Putra pertama pasangan M Zainul Fuad-Mahmudah asal Jalan Sunan Giri Gresik itu hanya kalah 0,10 dari Nuril Ahadla Hasana dari SMA Negeri Genteng Banyuwangi.
Sedangkan dua teman sekelasnya, Sae Elinda menempati peringkat empat dengan nilai 55,55 dan Eka Mufidah meraih nilai 55,50 berada diperingkat lima se-Jawa Timur.
Hal senada juga dilakukan Sae Elinda dan Eka Mufidah Nurjannah. Keduanya juga aktif mengikuti kegiatan sekolah dari istiqhosah, membaca Alquran hingga sholat malam. Bahkan, keduanya juga menambah Sholat Dhuha di pagi hari.
"Saya tidak setiap hari belajar. Kalau capek ya saya istirahat. Sebab, kalau capek dipaksakan belajar, juga tidak mendapat apa-apa," paparnya.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Manyar Adik Mulyo mengatakan, keberhasilan anak didiknya meraih Unas Bahasa tertinggi kedua se-Jawa Timur tidak lepas dari memberikan motivasi kepada guru mata pelajarannya.
"Ada insentif bagi guru yang di kelasnya mendapat prestasi tingkat Jawa Timur," ungkapnya.
Alasan adanya insentif kata Adik Mulyo, supaya ada semangat yang mengajar di kelas. Kendati jumlahnya tidak besar.
"Nominalnya tidak besar memang. Tapi kami berharap insentif bisa membuat guru bersemangat mengajar," tukasnya. [dny/but]
Keberhasilan SMA Negeri 1 Manyar meraih nilai Unas tertinggi Bahasa bukan pertama kalinya. Tahun lalu, sekolah yang berada di kompleks Perumahan Pongangan Indah (PPI) Gresik, itu juga berhasil meraih Unas tertinggi di bidang yang sama.
Lalu apa resep ketiga siswa SMA Negeri 1 Manyar yang berhasil meraih Unas tertinggi bidang Bahasa tahun 2013. Salah satu siswa Abdullah Maftukh menuturkan, dirinya tidak menyangka bisa meraih Unas tertinggi kedua se-Jawa Timur dengan nilai 56,10.
"Saya tidak menyangka, padahal resepnya hanya belajar rutin. Tidak lupa juga mengikuti program sekolah, mulai istiqhosah, sholat malam hingga membaca Alquran setiap pagi menjelang masuk sekolah," tuturnya kepada wartawan, Jumat (24/05/2013).
Selain menjalankan kegiatan di atas, lanjut Abdullah Maftukh Al-Ikhsani, dirinya juga tidak lupa menjalankan Puasa Nabi Dawud. Hal ini dia lakukan sejak Kelas XI. Sebab, dia membaca di kitab, kalau Puasa Dawud itu permintaan mudah dikabulkan.
"Saya sering Puasa Dawud. Sampai-sampai badan saya tidak bisa gemuk," tandasnya.
Nilai Unas Bahasa Abdullah Maftukh Al-Ikhsan hampir sempurna dengan rata-rata 9,3. Pelajaran Bahasa Indonesia mendapat nilai 9,4. Bahasa Inggris 9,2, Matematika 9,4. Sastra 9,12, Antropologi 8,9, dan Bahasa Jepang 9,5. Putra pertama pasangan M Zainul Fuad-Mahmudah asal Jalan Sunan Giri Gresik itu hanya kalah 0,10 dari Nuril Ahadla Hasana dari SMA Negeri Genteng Banyuwangi.
Sedangkan dua teman sekelasnya, Sae Elinda menempati peringkat empat dengan nilai 55,55 dan Eka Mufidah meraih nilai 55,50 berada diperingkat lima se-Jawa Timur.
Hal senada juga dilakukan Sae Elinda dan Eka Mufidah Nurjannah. Keduanya juga aktif mengikuti kegiatan sekolah dari istiqhosah, membaca Alquran hingga sholat malam. Bahkan, keduanya juga menambah Sholat Dhuha di pagi hari.
"Saya tidak setiap hari belajar. Kalau capek ya saya istirahat. Sebab, kalau capek dipaksakan belajar, juga tidak mendapat apa-apa," paparnya.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Manyar Adik Mulyo mengatakan, keberhasilan anak didiknya meraih Unas Bahasa tertinggi kedua se-Jawa Timur tidak lepas dari memberikan motivasi kepada guru mata pelajarannya.
"Ada insentif bagi guru yang di kelasnya mendapat prestasi tingkat Jawa Timur," ungkapnya.
Alasan adanya insentif kata Adik Mulyo, supaya ada semangat yang mengajar di kelas. Kendati jumlahnya tidak besar.
"Nominalnya tidak besar memang. Tapi kami berharap insentif bisa membuat guru bersemangat mengajar," tukasnya. [dny/but]
Kamis, 23 Mei 2013
Diluncurkan, Perkemahan Wirakarya Nasional
SURABAYA, Jaringnews.com - Lembaga yang menangani
pendidikan di Nahdlatul Ulama (NU) meluncurkan kegiatan Perkemahan
Wirakarya Maarif NU Nasional (Perwimanas), di kantor PBNU, Jakarta,
Sabtu (18/5) . Pada saat yang sama juga dideklarasikan Satuan
Komunitas Pramuka Maarif NU.Peluncuran Perwimanas Ma’arif NU ini dihadiri Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Amaroso Katamsi dan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini.
“Kegiatan ini sebagai prakrasa dari NU untuk melahirkan kader penerus bangsa yang dapat diandalkan,” kata kontingen dari PW LP Maarif Jawa Timur Sunan Fanani, di Kantor PW LP Maarif Jatim, di kawasan Universitas Sunan Giri Surabaya, Minggu (19/5) petang.
Sunan Fanani yang juga Sekretaris PW LP Maarif Jatim ini menuturkan, bahwa Perwimanas nantinya akan diikuti sekitar 3.000 peserta dari 33 propinsi di Indonesia. Hingga acara peluncuran berlangsung dilaporkan sudah ada 1.216 peserta yang telah mendaftar dari 19 provinsi.
Menurutnya, perkemahan nasional yang pertama kali diselenggarakan oleh Ma’arif ini dimaksud untuk mempertemukan para anggota pramuka di lingkungan NU dan membina persaudaraan pramuka dari seluruh Indonesia.
“Perwimanas juga dimaksudkan untuk membantu pendidikan karakter yang saat ini sangat kurang di Indonesia. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menciptakan insan yang bermartabat,” tambahnya.
Sebagai perangkat NU, LP Ma'arif terpanggil untuk membina persatuan dan kesatuan bangsa, sebagai pengamalan dari Tri Satya dan Dasadarma dan untuk mengembangkan Catur Bina (bina diri, bina satuan, bina masyarakat dan bina agama).
Bagi dia, kegiatan perkemahan pramuka merupakan aktualisasi diri dan merupakan lembaga pembinaan karakter dari berbagai latihan kepramukaan yang selama ini dilaksanakan di gugus masing-masing.
“Kepramukaan juga sebagai organisasi kepemudaan yang memberikan penekanan kepada nilai-nilai luhur yang ada dalam Tri Satya Pramuka yang memuat kewajiban kepada Tuhan, kepedulian kepada lingkungan serta kewajiban kepada masyarakat, juga diri sendiri,” tandasnya.
Sunan Fanani mengaku sangat prihatin atas pandangan sebagian kalangan yang menganggap Pramuka semata kegiatan bermain dengan menanggalkan nilai yang ada di dalamnya.
“Padahal, apa yang dilakukan Pramuka sarat dengan nilai-nilai kehidupan serta pendidikan karakter yang nantinya sangat dibutuhkan pada implementasi kehidupan,” tegas mahasiswa program doktor Unair ini.
Perwimanas akan diselenggarakan pada 24-29 Juni 2013 mendatang di Bumi Perkemahan Pondok Pesantren Babus Salam Kalibening Mojoagung, Kabupaten Jombang.(Barnas)
Dicemarkan, Kades Kesamben Wetan Lapor Balik
GRESIK (Surabaya Pagi) - H. Munasim (52), Kepala Desa Kesamben Wetan,
Kecamatan Driyorejo yang dilaporkan ke polisi dengan tuduhan melakukan
pungutan liar (pungli) pengurusan sertifikat prona (program nasional
agraria), kemarin (22/5) melaporkan balik pihak pelapornya.Dengan diantar kuasa hukum dari LBH PGRI Gresik, Munasim mendatangi Mapolres Gresik untuk melaporkan balik Slamet Nur Hadi (35) yang nota bene adalah warganya sendiri, yang dinilai telah mencemarkan nama baiknya sebagai kepala desa, dan juga selaku guru.
Seperti sudah diberitakan, Slamet Nur Hadi telah menulis surat ke Bupati Gresik hingga ke Gubernur Jawa Timur mengenai tindak pungli yang dilakukan Kades Munasim terhadap 54 warga pemohon sertifikat prona. Menurut tudingan Slamet, warga dipungli hingga Rp 350.000 per orang.
Repotnya, surat laporan yang dianggap fitnah tersebut juga ditembuskan kepada Kapolres Gresik dan awak media. Akibatnya, satreskrim Polres Gresik turun untuk melakukan pulbaket, termasuk memeriksa terlapor Kades Munasim dan beberapa saksi warga. Begitu juga di berbagai media cetak dan online, persoalan ini telah disebarluaskan.
"Akibat pemberitaan luas itulah klien kami benar-benar sangat dirugikan. Sebab, urusan pungutan liar yang dituduhkan itu tidak ada hubungannya dengan Kepala Desa Kesamben Wetan. Tuduhan itu hanya bertujuan untuk menjatuhkan klien kami menjelang pilkades 9 Juni mendatang," ujar Fajar Yulianto SH, salah satu pengacara Kades Munasim.
Menurut Munasim, tarikan terhadap warga pemohon sertifikat itu murni dilakukan pihak BKM Panca Karya Persada yang ditunjuk sebagai pelaksana program sertifikasi oleh Kemenpera melalui Dinas PU Gresik. "Pemdes hanya sebagai fasilitator murni," ucap Munasim.
Bahkan ditengarai oleh pihak Munasim, Slamet Nur Hadi diajak bekerja sama oleh oknum aparat Brigadir L yang bertugas di Mapolda Jatim untuk "menjegal" Munasim sebagai calon incumbent pada pilkades 9 Juni 2013. Oknum polisi tersebut dikenal sebagai anggota tim sukses calon kades lawan Munasim.
"Urusan sertifikat itu kejadiannya 2011-2012, lalu kenapa baru dimunculkan saat menjelang pilkades. Apa ini bukan tindakan politis untuk menjatuhkan Pak Munasim di mata pendukungnya," tambah Fajar.
Selain melaporkan balik Slamet Nur Hadi yang kini menjabat kepala Mts Darut Tawabin, pihak Munasim juga mengancam akan melaporkan dugaan keterlibatan oknum polisi berinisial L ke Propam Polda Jatim atau ke Mabes Polri. "Kami masih mengumpulkan bukti-bukti keterlibatan oknum polisi tersebut," pungkas Fajar di sela-sela mendampingi pemeriksaan kliennya di Unit Idik III Satreskrim Polres Gresik. Did/sg
Senin, 20 Mei 2013
SANLAT ANSOR, Materi Aswaja Bentengi Siswa
JOMBANG-Ketua PC NU Jombang KH Dr Isrofil Amar meminta pesantren kilat
yang digelar PC GP Ansor Jombang juga memberikan materi keaswajaan
kepada santri yang mengikuti. Hal ini penting, untuk membentengi kader
NU agar mengerti dasar dan dalil amalan NU yang selama ini dilakukan.
“ Saya minta dalam pesantren kilat ini, materi aswaja harus dimasukkan, khususnya mengenai dasar dan dalil amalan ubudiyah
yang menjadi amalan NU dimasayarakat,”ujar Isrofil saat membuka
kegiatan Pesantren Kilat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri
di Aula Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Ahad (19/5/2013).
PC NU, lanjut KH Isrofil, bangga pada Pimpinan
Cabang Ansor Jombang yang terus bergerak melakukan kaderisasi. “Kemarin
saya datang pada acara Pelatihan Kader Dasar (PKD) di Ploso dan sekarang
ini Pesantren Kilat, ini menjadi kebanggaan dan saya sangat
bangga,”ujarnya.
PC GP Ansor Jombang kembali memberikan bimbingan
belajar (bimbel) bagi pelajar miskin yang telah lulus SMA/SMA maupun MA
untuk menghadapi Seleksi Bersama masuk Perguruan Tinggi Negeri. Sebanyak
99 peserta, mendapatkan bimbel diberikan secara gratis selama 1 bulan
dengan model pesantren kilat.
“Ini adalah pesantren kilat untuk yang ke III
diselenggarakan Ansor Jombang, ada 99 peserta yang lolos seleksi dari
330 peserta yang ikut tes,”ujar Zulfikar D. Ikhwanto, Manager Sanlat GP
Ansor, saat pembukaan pesantren kilat.
Hadir pula dalam pembukaan Sanlat, salah satu
pengasuh PP Bahrul Ulum, Wafiul Ahdi, serta alumni Sanlat 2012 yang
telah diterima masuk perguruan tinggi negeri, seperti UM, Unibraw,
Unesa, dan Unair.
”Ini para alumni pesantren kilat yang
telah diterima di PTN, nanti peserta sanlat bisa berbagi pengalaman
dengan senior-senior,”ujar Zulfikar seraya meminta meminta alumni
sanlat memperkenalkan diri.
Ketua GP Ansor Jombang Sholahul Am Notobuwono
mengharapkan peserta sanlat serius mengikuti bimbel selama 1 bulan.
Ansor, lanjutnya, telah enyiapkan tentor pengajar mumpuni dalam
membimbing masuk perguruan tinggi.
Ansor tidak memungut biaya sepeserpun dari peserta.
“Karena itu kami minta Sahabat-sahabat yang telah diterima Sanlat
serius mengikuti,”pintanya.
Gus Aam menambahakan dalam pesantren kilat ini, peserta tidak hanya
mendapatkan bimbel materi untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN),
akan tetapi juga dibekali materi keaswajaan dan bimbingan doa para
pengasuh pesantren Bahrul Ulum.
”Isnyaallah para pengasuh, gus-gus, ikut mendampingi proses belajar kalian semua,”ujarnya. (mas)
Minggu, 19 Mei 2013
Sabtu, 18 Mei 2013
DANA BOS CAIR, PP LP MA'ARIF LEGA
Jakarta (Pinmas)— Pimpinan Pengurus Pusat
Lembaga Pendidikan (PP LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) HZ Arifin
Junaidi mengakui pihaknya merasa lega setelah dana bantuan operasional
sekolah (BOS) – yang demikian lama tertahan karena “dibintangi” DPR-RI – pada akhir Mei 2013 sudah dapat dicairkan.
“Kita merasa lega, karena operasional sekolah hampir setengah tahun
terganggu karena ketiadaan dana,” kata Junaidi kepada pers di Jakarta,
Kamis, ketika hendak menghadap Menteri Agama Suryadharma Ali untuk
meminta kesediaannya membuka Perkemahan Wira Karya Gerak Pramuka
Nasional Ma’arif NU atau disingkat Perwimanas Ma’arif NU di Kabupaten
Jombang, 24-29 Juni 2013.
Soal bantuan operasional sekolah, kata dia, LP Ma’arif sangat
penting. Sebab, 13 ribu lembaga pendidikan Ma’arif, d
ua pertiganya
adalah berupa madrasah dengan kondisi masih membutuhkan bantuan. Karena
itulah ke depan peristiwa “pembintangan”, menahan dana bantuan
operasional bagi sekolah, apa pun istilahnya hendaknya dapat dihindari.
“Kita, ketika menghadapi DPR, telah minta agar peristiwa itu yang terakhir. Ke depan tak boleh terulang,” kata Junaidi.
Ia berharap dana tersebut segera dapat mengucur ke LP Ma’arif di berabagai daerah. Dana BOS untuk pesantren dan madrasah diperkirakan mencapai Rp26 triliun. “Cairnya dana bos, tentu melegakan,” ia menambahkan.
Diakui kualitas lembaga pendidikan tersebut masih belum
membanggakan. Meski demikian, untuk meningkatkan kualitas pendidikan
karakter LP Ma’arif bisa berada pada barisan terdepan. Untuk itulah
jajaran LP Ma’arif menghadap Menteri Agama untuk kesediaannya membuka
Perwimanas Ma’arif NU. Dan pada kegiatan itu sekitar 3.000 Pramuka untuk
tingkat Madrasah Aliyah (MA) akan datang dari seluruh provinsi di
Indonesia.
Hingga kin sudah 19 provinsi dengan 1.216 sudah menyatakan akan
ambil bagian. Tujuan Perwimanas Ma’arif NU sendiri adalah menciptakan
persaudaraan dan kekeluargaan, membentuk karakter bagi generasi muda dan
menciptakan insan bermartabat. LP Ma’arif NU sebagai bagian dari PB NU
terpanggil untuk membina kesatuan dan persatuan bangsa. Ini juga wujud
dari pengamalan Tri Satya dan Dasadarma dan untuk mengembangkan catur
bina (bina diri, bina satuan, bina masyarakat dan bina agama), katanya.
(ant/ess)
BOS KEMENAG CAIR
KLATEN — Akhirnya dana Bantuan Operasional Sekolah
(BOS) untuk Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah bisa dicairkan
untuk dua triwulan sekaligus.
Koordinator Tim Manajemen BOS,
Kemenag Klaten, Mulyadi, mengatakan dana BOS sudah dikirimkan pemerintah
pusat melalui rekening masing-masing sekolah pada Kamis (16/5/2013).
Kendati demikian, dia mengakui masih banyak sekolah yang belum
mengetahui informasi tersebut.
“Kebetulan sudah ada madrasah yang
mengecek adanya transferan dana BOS hari ini. Dana BOS itu sudah cair
untuk dua triwulan sekaligus. Sebagian besar memang belum
mengetahuinya,” papar Mulyadi saat ditemui Solopos.com di Kantor Kemenag
Klaten, Kamis.
Mulyadi menjelaskan sebelumnya sudah ada
pemberitahuan lisan dari pejabat Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag
Provinsi Jawa Tengah pada Rabu (15/5/2013) tentang hilangnya pemblokiran
aliran dana dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kepada Kemenag pusat.
Sejak ada pemberitahuan itu, dirinya optimistis pencairan BOS bisa
dilakukan pada pekan ini. Dia menganggap keterlaluan jika sampai BOS MI
dicairkan pada Juni mendatang.
“Juni itu para PNS menerima rapelan
kenaikan gaji PNS dari Januari-Mei. Kalau sampai BOS madrasah belum
cair, kesenjangan sosial antara guru PNS dengan wiyata bakti semakin
kentara,” terangnya.
Mulyadi mengakui kemoloran pencairan dana BOS
madrasah paling lama terjadi pada tahun ini. Pada 2012 lalu, pencairan
dana BOS hanya terlambat pada triwulan pertama. Tahun lalu dana BOS cair
pada bulan Maret. Setelah itu, dana BOS cair di awal triwulan kedua,
ketiga dan keempat.
“Sesuai juknis, mestinya BOS itu cair maksimal
tanggal 14 pada bulan pertama dalam satu triwulan. Keterlambatan
pencairan BOS kali ini masalahnya ada di pusat. Namun dampaknya cukup
besar dirasakan kalangan madrasah,” tandasnya.
Kepala Kemenag Klaten, Mustari, membenarkan dicabutnya pemblokiran pencairan dana BOS madrasah tersebut.
KEMENDIKBUD HAPUS UNAS SD
JAKARTA - Kabar penghapusan ujian
nasional (unas) SD/sederajat mulai tahun depan ternyata belum putus.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat ini menunjukkan
sinyal keberatan melepas ujian tahunan itu. Mereka beralasan jika bunyi
ketentuan penghapusan unas dalam peraturan pemerintah (PP) 32/2013
multitafsir.Mendikbud Mohammad Nuh menyatakan jika dalam butir-butir pasal di peraturan tersebut, tidak ada pernyataan eksplisit yang intinya mengamanatkan penghapusan unas SD. "Mari kita bersama-sama belajar bahasa Indonesia. Inilah gunanya kita belajar bahasa Indonesia," kata Nuh di ruang kerjanya sambil membuka kembali PP 32/2013 kemarin.
Dia menuturkan jika pasal 67 ayat 1a PP 32/2013 yang disebut menjadi dasar penghapusan unas SD, harus dipahami secara menyeluruh. Butir ayat tersebut mengacu pada pasal 67 yang berbunyi; Pemerintah (Kemendikbud) menugaskan kepada BSNP (Badan Standarisasi Nasional Pendidikan) untuk menyelenggarakan Ujian Nasional yang diikuti peserta didik pada setiap satuan pendidikan jalur formal pendidikan dasar (SD dan SMP/sederajat) dan menengah (SMP/sederajat), dan jalur nonformal kesetaraan.
Nuh lantas mengatakan, dalam ayat 1a pasal 67 dinyatakan jika pelaksanaan unas sebagaimana diatur dalam pasal 67 dikecualikan untuk jenjang SD/sederajat. "Tolong dipahami bunyi ayat 1a pasal 67 ini," pinta Nuh. Dalam ayat itu menurut dia tidak ada perintah untuk menghapus unas SD. Sebaliknya versi Nuh, ayat ini bermakna jika Kemendikbud tidak mendelegasikan unas SD lagi ke BSNP.
Dengan pandangan tersebut, untuk tahun depan unas SD tetap ada. Tetapi bisa jadi Kemendikbud mendelegasikan penuh kepada pemerintah provinsi (pemprov). Saat ini pelaksanaan unas SD sudah berjalan kombinasi antara pemerintah pusat dengan daerah. Yakni pemerintah pusat menyiapkan 25 persen soal ujian, sedangkan pemprov 75 persen sisanya.
"Bisa saja nanti untuk unas SD kita serahkan penuh ke provinsi, seratus persen. Tidak lagi melalui BSNP," ujar menteri asal Surabaya itu. Namun Nuh mengingatkan jika ketentuan teknis pelaksanaan unas SD bakal tertuang dalam peraturan menteri (Permen). Dia menegaskan jika Permen ini disusun berdasarkan rekomendasi diskusi dalam konvensi pendidikan yang mereka laksanakan September mendatang.
Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH) Kemendikbud Ibnu Hamad berpendapat demikian. Dia menegaskan jika unas SD untuk tahun depan tidak serta-merta dihapus. "Memang bisa saja nanti unas kita pasrahkan ke daerah. Masyarakat tidak perlu berpolemik dulu, menunggu ketetapan dari Mendikbud yang tertuang dalam permen," tandasnya.
Menarik lebih jauh, sejatinya keluarnya PP 32/2013 dari internal Kemendikbud sendiri. Jadi sangat ganjil jika akhirnya pihak Kemendikbud menilai pasal penghapusan unas SD multitafsir.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemendikbud Khairil Anwar Notodiputro mengatakan, sebagaian besar rapat pembahasan PP itu dijalankan di tempatnya. "Tapi banyak juga diikuti oleh unit utama Kemendikbud lainnya," kata dia.
Pejabat yang sudah melayangkan surat pengunduran diri ke Presiden itu membenarkan jika pasal penghapusan unas SD itu masih multitafsir. Yakni bisa ditafsirkan unas SD benar-benar dihapus atau unas SD tetap ada tetapi tidak ditugaskan ke BSNP. "Tetapi pada prinsipnya, pasal itu membuka ruang untuk mengevaluasi pelaksanaan unas SD," tandasnya.
Apakah nanti evaluasi itu berujung penghapusan? Khairil menegaskan tidak bisa disimpulkan sekarang. "Nanti akan dikunci dalam Permen. Apakah (unas SD, red) benar dihapus atau hanya dialihkan wewenang pelaksanaannya (dari BSNP ke pemprov, red)," ujar guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.
Pendapat lain diutarakan Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikbud Haryono Umar. Dia mengatakan jika tugas kementerian adalah menjalankan PP. "Kementerian itu pelaksana teknis. Bukan wewenangnya untuk menafsirkan undang-undang atau produk hukum lainnya," ujar dia. Ketika ada amanah PP yang menyebutkan unas SD dihapus, maka harus dijalankan.
Mantan Plt Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendikbud Suyanto menuturkan, pelaksanaan unas di jenjang SD sejatinya tidak relevan. "Terminal pendidikan dasar itu di SMP, bukan di SD," kata guru besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu.
Suyanto mengatakan penghapusan unas SD manfaatnya sangat besar. Diantaranya adalah dari aspek keuangan negara. Seperti diketahui anggaran unas SD itu mencapai Rp 100 miliar. "Jika unas SD dihapus, uang itu bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan di SD," tandasnya. Meski dulu menjadi pimpinan di Kemendikbud, Suyanto mengaku merupakan pihak yang menentang unas SD. (wan/ca)
Langganan:
Postingan (Atom)

